Menjamurnya baik terhadap adanya transportasi online.? Sebagai seorang mahasiswa

Menjamurnya Transportasi Online yang melanda Indonesia
khususnya dikota-kota besar seperti Jakarta membuat berbagai
permasalahan baru yang muncul, banyak yang setuju dan tidak setuju mengenai
pemberian izin tersebut. Dengan mengetahui pro dan kontra tersebut diharapkan kita
sebagai generasi muda dapat menganalisis dan berpendapat sesuai dengan element
berfikir kritis

1.Apakah transportasi online mempunyai dampak negatif yang
lebih besar daripada dampak positifnya.?

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.Apakah transportasi online mampu mengatasi kemacetan atau
bahkan menambah kemacetan.?

3. Bagaimana respon yang baik terhadap adanya transportasi
online.?

 

         Sebagai seorang mahasiswa
yang memiliki laju perpindahan yang padat tentu adanya transportasi online
sangat membantu saya, kemudahan teknologi zaman sekarang mempermudah segalanya
dimana dalam 1 aplikasi terdapat berbagai kemudahan yang di sediakan mulai
dari pesan ojek, taxi, makanan, mengirim barang, berbelanja, beli tiket dan obat,
mengangkut barang, memanggil layanan pijat, bengkel, dan layanan membersihkan rumahpun ada, semua itu tersedia
dalam 1 aplikasi yang dengan mudah dapat kita pesan. Dimanjakannya
manusia zaman sekarang membuat hidup terasa mudah dan nyaman, kita tidak perlu lagi menunggu dipinggir jalan untuk
menunggu transportasi konvesional lewat, dan juga tidak
perlu mengantri berdesak-desakan untuk memesan sesuatu, kita
hanya perlu duduk santai menikmati aktivitas kita sambil menunggu pesanan datang.
Selain itu ada berbagai keuntungan yang didapatkan pengguna dengan
banyaknya promo yang tersedia, semakin menambah
minat pengguna
untuk menggunakan TO seperti promo pada aplikasi Gojek dan Grab. TO
(Transportasi Online)

GO-POINTS Aladdin program loyalti bagi Pelanggan setia
GO-JEK yang menggunakan GO-PAY untuk membayar layanan GO-RIDE, GO-SEND,
GO-PULSA, GO-TIX, GO-CAR, GO-FOOD, GO-MART, GO-SHOP, dan GO-BOX. Pelanggan akan
mendapatkan token untuk bermain game dan mendapatkan poin di GO-POINTS. Poin
yang didapatkan dari game ini bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah
menarik(www.go-jek.com, 2017)1

 

             Untuk kali kedua, “KEJAR LAGI GrabMasnya”, sebuah kampanye
disruptif yang dijalankan GrabBike, akan menjadikan yang mustahil menjadi
mungkin bagi para penggunanya di wilayah Jabodetabek mulai 20 November – 3
Desember. Penumpang GrabBike yang berkendara dengan mitra pengemudi GrabMasnya
akan diminta untuk menggosok tiket emas pada akhir perjalanan dan menemukan
hadiah yang berhasil mereka menangkan, mulai dari kode promo hingga uang
senilai Rp5 juta(grab.com, 2017)2
Inilah salah satu faktor yang membuat TO semakin menjamur dikarenakan kebutuhan masyarakat yang semakin bertambah, lalu apakah adanya transportasi online ini betul-betul membantu
masyarakat.? Adakah dampak negatif
nya ? tentu saja ada, bahkan bisa terbilang banyak, dengan adanya transportasi online akan menyebabkan minat masyarakat dalam
penggunaan transportasi publik/masal yang disediakan pemerintah ataupun swasta
menjadi berkurang, ini tidak hanya merugikan pemilik kendaraan namun juga
masyakarat itu sendiri, dimana adanya TO akan membuat kemacetan
di indonesia semakin parah, bayangkan saja, yang semula dalam satu transjakarta / bus
kopaja bisa menampung 50 orang
dan menghilangkan 50 kendaraan dijalanan, sekarang malah bertambah dengan adanya kendaraan dari TO.
Hal ini menjadi menambah ruwet lalu lintas, ditambah lagi
banyaknya driver TO terutama motor yang mangkal di pinggir jalan sambil
menunggu orderan muncul dilayar hp yang mengakibatkan sempitnya jalan dan
membuat kemacetan. Selain
itu dengan adanya aplikasi yang memanjakan masyarakat akan berdampak buruk pada
pola kehidupan masyarakat dimana mereka akan semakin malas seperti penelitian
dari Universitas Stanford yang menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang yang
menggunakan Argus-aplikasi
pemantau aktivitas pada
telepon seluler mereka, menyatakan penduduk paling malas sedunia adalah orang
Indonesia yang berada pada posisi terbuncit dengan mencatat 3.513 langkah per
hari(bbc.com, 2017)3
Ini menandakan bahwa malasnya penduduk Indonesia untuk berjalan kaki dan juga
menjadi salah satu faktor kemacetan disuatu negara, dimana rendahnya minat
penduduk dengan budaya berjalan kaki erat kaitanya dengan minimnya minat mereka
menggunakan transportasi umum, apalagi ditambah dengan adanya TO ini akan
semakin membuat jalanan indonesia dipenuhi kemacetan dengan mayortas jaket
hijau dijalanan. Untuk itu disinilah perlunya peran pemerintah dan kesadaran
dari masyarakat untuk mengkaji masalah tersebut, apakah setuju dengan TO atau
tidak, dipihak pemerintah adanya TO juga memiliki dampak positif dan negatif
yang perlu adanya kajian yang mendalam untuk melarang TO, pemerintah
mendapatkan pajak dari perusahaan TO dan membantu pemerintah dalam mengurangi
angka pengangguran dengan banyaknya masyarakat yang ikut bergabung menjadi
mitra TO. Untuk saya sendiri saya tidak setuju dengan maraknya TO walaupun
sangat menguntungkan namun hal ini akan menghambat perkembangan Indonesia
kedepanya dalam menuju negara yang hemat energi dan berbudaya hidup sehat.