PROSPEK mengalahkan minyak dan bumi yang menjadi peringkat ketiga.

PROSPEK BISNIS PARIWISATA DI INDONESIA

 

Ajeng Intan Putri Nurhanifah

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Program
Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Komputer Indonesia

email:
[email protected]

 

Abstract

Indonesia
is a country that has a lot of potential in the tourism industry sector.
Indonesia to the 4 ASEAN countries with the best tourism industry according to
the World Economic Forum (WEF) survey. Currently, tourism has become a
necessity for the family and, therefore it can be ascertained the business
prospects of the tourism industry in Indonesia will get better. The purpose of
this paper is to know how the prospects of tourism business in the future. This
paper is made by literature study method from various journals and other
literature internationally and internationally. This paper is expected to be a
parameter for prospective entrepreneurs to choose the tourism sector industry
as one of the things that should be managed with appropriate strategic steps in
the development of tourism industry sector in Indonesia.

Keywords:
tourism, tourism business prospects

1.      PENDAHULUAN

Indonesia
merupakan salah satu Negara yang memiliki beraneka ragam jenis pariwisata,
terdapat 17.504 pulau yang termasuk ke dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) menurut Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian
Koordinator Bidang Kemaritiman. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat banyak
potensi yang dapat menguntungkan dalam sector industry pariwisata dari sabang
sampai merauke karena Indonesia menyimpan berjuta pesona wisata alam yang
begitu indah.

Pariwisata,
saat ini, seolah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat kita. Bagi negara,
ternyata pariwisata telah menjadi sektor industri pendatang devisa kedua
terbesar. Sektor industri pariwisata menempati urutan kedua dalam hal
penyumbang devisa negara mengalahkan minyak dan bumi yang menjadi peringkat
ketiga. Sektor pariwisata juga menjadi andalan Indonesia untuk mendulang devisa
Negara, karena di tengah turunnya ekspor Indonesia baik migas maupun non migas,
sementara upaya menaikkan pendapatan pajak sangat riskan di tengah penderitaan ekonomi
yang diderita rakyat.

Dalam
artikel ini akan dijelaskan bagaimana pengembangan pariwisata, apa saja bidang
pokok yang dipengaruhi oleh usaha pengembangan pariwisata, dan bagaimana
strategi pemasaran pariwisata.

2.      METODE

Metode
yang digunakan dalam tulisan ini berdasarkan studi kepustakaan dari berbagai
jurnal nasional maupun internasional dan litelatur-litelatur lainnya. Dalam
tulisan ini akan dijelaskan dari dasar-dasar yang harus kita ketahui sebelum
memulai bisnis dan bagaimana memulai bisnis di sector industri pariwisata yang
baik.

 

3.      HASIL
DAN PEMBAHASAN

 

Pengembangan Pariwisata

Pariwisata merupakan sektor yang
paling potensial mendatangkan devisa dan paling mudah menciptakan lapangan
kerja karena kebutuhan investasinya hanya memerlukan US$ 3 ribu per orang, jauh
lebih rendah dari investasi di industri pasar modal yang memerlukan US$ 100 ribu
per orang. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata yaitu:

(1)  
Sesuatu Untuk Dilihat

Dalam pembangun pariwisata, unsur
“sesuatu untuk dilihat” sangat penting dan berpengaruh terhadap prospek
pariwisata, banyak diminati atau tidaknya tergantung hal ini. Faktor
pemandangan sangat berpengaruh, semakin banyak suatu objek yang menarik semakin
banyak wisatawan yang akan datang.

(2)  
Sesuatu Untuk Dilakukan

Yang dimaksud dalam hal ini yaitu,
pariwisata selain harus ada unsur sesuatu untuk dilihat atau suatu objek yang
menarik juga harus mempunyai sesuatu hal yang bisa dilakukan ditempat
pariwisata tersebut, seperti bermain outbond, berenang, bermain cocok tanam,
bermain petualangan dan hal seru lainnya yang dapat dilakukan supaya wisatawan
merasa senang dan tertarik untuk mengunjungi kembali.

(3)  
Sesuatu Untuk Dibeli

Di tempat pariwisata suatu daerah
pasti mempunyai keunikan tersendiri, keunikan tersebut bisa menjadi sesuatu
yang dapat diperjual belikan, seperti souvernir, makanan khas daerah tersebut,
minuman khas daerah tersebut, dan hal-hal lainnya yang dapat dibeli oleh
wisatawan sebagai kenang-kenangan atau ciri khas tempat pariwisata.

 

Bidang Pokok Yang Dipengaruhi Usaha Pengembangan Pariwisata

Ada empat
bidang pokok yang dipengaruhi oleh usaha pengembangan pariwisata yaitu ekonomi,
social, budaya, dan politik. Ekonomi yang terkait dengan pariwisata timbul sebagai
akibat dari hubungan permintaan dan penawaran di industri, pola kunjungan
pengunjung dan investasi yang terkait yang mereka stimulasi, dan struktur
ekonomi. Faktor permintaan/penawaran mempengaruhi jumlah pengunjung, lama
tinggal mereka, dan pola pengeluaran mereka sementara karakteristik struktural
ekonomi menentukan kecenderungan untuk mengedarkan kembali pengeluaran tersebut
secara internal. Semakin banyak putaran sirkulasi yang dihasilkan dalam
ekonomi, semakin besar multiplier effect dari stimulus awal (Antigua and
Barbuda Tourism Development Program, 2003).
Sifat, nilai dan tingkat pariwisata
internasional dan domestik telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun
terakhir. Karena kecenderungannya untuk menghasilkan keuntungan ekonomi yang
substansial seperti pendapatan kerja, devisa, pendapatan dan pajak (Nowak et
al., 2003),

Dampak-dampak
positif pengembangan pariwisata dalam ekonomi, yaitu:

1)     
Peningkatan
pendapatan masyarakat, karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat sekitar daerah obyek wisata.

2)     
Dapat
memajukan perekonomian masyarakat serta meningkatkan kreatifitas masyarakat
sekitar obyek wisata dengan menjajakan kerajinan khas daerah di setiap obyek
wisata yang hanya dapat ditemui di sekitar daerah wisata tersebut.

3)     
Peningkatan
penerimaan devisa yang didapatkan dari banyaknya Warga Negara Asing yang
melakukan liburan untuk berwisata menikmati keindahan alam Indonesia.

4)     
Peningkatan
pendapatan pemerintah dari pajak dan keuntungan badan usaha milik pemerintah,
dan sebagainya.

Pertumbuhan industry pariwisata
Indonesia mencapai 7,2% per tahun. Hal ini menunjukkan pertumbuhan industry
pariwisata Indonesia lebih tinggi disbanding pertumbuhan pariwisata dunia yang
mencapai angka 4,7% pertahun. Dengan jumlah turis dunia yang mencapai 1,3
miliar orang, masih ada potensi untuk meningkatkan pertumbuhan kunjungan
wisata.

           

Dari
banyaknya dampak positif manfaat dalam ekonomi, prosopek bisnis di sector
industry pariwisata sangat menguntungkan jika dapat dikelola dengan benar. Tetapi
selain dampak positif, tentunya ada dampak negative yang tidak ingin kita
harapkan, seperti kesenjangan pendapatan antarkelompok masyarakat.

Dampak
social dari pariwisata yaitu dengan adanya pariwisata, secara tidak langsung
akan melibatkan masyarakat setempat yang lebih mengetahui seluk-beluk daerahnya,
hal itu juga akan mempengaruhi kesejahteraan masnyarakat meningkat dengan
adanya pariwisata di daerah tersebut. Tetapi dampak yang kurang menguntungkan
dalam bidang social yaitu biasanya dalam pariwisata orang asing lebih diharagai
daripada masnyarakat asli setempat.

Pengaruh
pengembangan pariwisata dalam bidang budaya sangat erat kaitannya, dengan
adanya budaya di tempat pariwisata akan memberikan nilai lebih bagi wisatawan
yang datang untuk berkunjung ke tempat tersebut karena Indonesia mempunyai
banyak pesona budaya yang dapat memukau turis domestic maupun internasional.
Pariwisata juga dapat menggairahkan perkembangan kebudayaan asli, sehingga
unsur kebudayaan yang hampir dilupakan dapat hidup kembali. Dengan adanya
pariwisata, berbagai unsur kebudayaan yang ada di Indonesia seperti
ritual-ritual yang sudah terkenal yang awalnya merupakan tradisi daerah
setempat, bisa juga menjadi tempat pariwisata yang bersifat komersil sehingga
bisa menghasilkan keuntungan.

Pengaruh
pengembangan pariwisata dalam bidang politik juga sangat penting, karena dengan
pariwisata juga Indonesia menjadi banyak menjalin hubungan kerjasama dengan
Negara lain. Oleh karena itu keaadaan politik sangat mempengaruhi dunia pariwisata.
Kondisi politik harus selalu tenang,aman dan stabil supaya perkembangan usaha
dan bisnis terus berjalan lancar, karena jika keamanan suatu Negara/daerah
tidak tenang,aman dan stabil untuk investasi, bisa membuat investor tidak akan
datang dan tidak akan mendukung hadirnya wisatawan.

 

Strategi
Pemasaran Pariwisata

Dalam
buku Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung karya Dr. Ir. Eddy Soeryanto
Soegoto, yang dimaksud pemasaran adalah 
proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi,
dan distribusi atas ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran agar
dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus. Sedangkan menurut
Armstrong dan Kotler (2000:5), marketing adalah “A societal process by which
individuals and groups obtain what they need and want throught creating,
offering and freely exchanging products and services of value with others” atau
“Sebuah proses social di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, menawarkan dan bertukar bebas produk
dan nilai jasa dengan orang lain.”

Strategi pemasaran dapat didefinisikan sebagai tujuan
mendasar untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan keunggulan kompetitif
secara berkelanjutan. Strategi pemasaran menggunakan bauran pemasaran untuk
mengembangkan rencana masa depannya.

Hal
terakhir yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis di sector industry
perusahaan yaitu strategi pemsaran, strategi pemasaran sangat penting sekali.
Hal-hal yang harus dilakukan saat memulai strategi pemasaran pariwisata, yaitu:

1)     
Analisis
permintaan pasar atau pariwisata

2)     
Analisis
penawaran atau produk pariwisata

3)     
Menggunakan
promosi dan publikasi dalam mengenalkan obyek wisatanya.

Dengan
adanya promo-promo menarik, seperti buy 1 get 1 ticket akan membuat wisatawan yang
melihat tergiur.

4)     
Menggunakan
social media.

       Di era teknologi seperti sekarang, pemasaran tidak melulu harus melalui televisi, koran, radio, atau brosur-brosur lainyya. Pemasaran bisa cepat tersebar melalui social media. Sosial media berperan sangat penting untuk membantu pemasaran bisnis pariwisata. Graham (2005) menyatakan bahwa media sosial adalah tempat dimana pengguna dapat berpartisipasi, membuat, dan berbagi konten. Kaplan dan Haenlein (2010) membedakan media sosial berikut: blog, komunitas konten, situs jejaring sosial, dunia permainan virtual, dan dunia sosial maya. Media sosial juga mencakup forum, ulasan, ulasan, situs jejaring sosial, situs micro-blogging, pod-gips dan video-gips dan situs berbagi foto (FPRM, 2009). Oleh karena itu, kita harus selalu update perkembangan terbaru social media supaya tidak ketinggalan zaman (Gaptek). Manfaat media sosial dan keefektifannya ke destinasi dapat dilihat terutama dalam peningkatan kesadaran merek, keterlibatan merek, kata dari mulut ke mulut, teman / keinginan, kepercayaan dan validasi sosial (Pergolino, Rothman, Miller & Miller, 2012; Kirá?ová, 2014).

5)     
Mengundang
wakil-wakil perusahaan penyalur untuk mengunjungi daerah obyek wisatnya.

 

4.     
KESIMPULAN

Pariwisata
saat ini menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat kita. Pariwisata juga menjadi
sektor industri pendatang devisa ketiga terbesar. Dampak-dampak positif dengan
adanya pengembangan pariwisata juga sangat banyak, mempengaruhi berbagai aspek
seperti di bidang ekonomi, social, budaya dan politik. Dapat disimpulkan bahwa
prospek bisnis sector pariwisata di Indonesia mempunyai masa depan yang cerah,
apalagi di Indonesia sedang giat-giatnya mempromosikan pariwisata-pariwisata
yang penuh dengan sejuta pesona alam. Pengembangan pariwisata yang dilakukan
dengan langkah yang tepat, sesuai prosedur, menarik, beda dari yang lain, dan
strategi pemasaran yang tepat akan melahirkan pariwisata yang sangat berpotensi
menghasilkan keuntungan yang banyak.